Mengenal Dinamika Generasi X dan Millennials, serta Mempersiapkan Generasi Z pada Perusahaan.


Generasi X muncul pada periode tahun kelahiran sekitar 1965 - 1980 (saat ini berusia 36 - 51 tahun). Umumnya pada perusahaan generasi ini sedang menduduki posisi Managerial - Director. Populasi yang terlahir pada periode tahun tersebut seringkali dikarakteristik-kan orang yang Skeptis sehingga sebagian besar dari mereka lebih ideal untuk bekerja dengan “Freedom and removal of rules”.

Populasi tersebut tidak terlalu memperdulikan keseimbangan antara kehidupan Kerja dengan Pribadi-nya sendiri, namun akan lebih menyadari dan mementingkan keseimbangan antara kehidupan Kerja dengan Keluarga. Media komunikasi yang aktif digunakan adalah ponsel atau telp kantor dan lebih menginginkan komunikasi yang secara langsung, tidak berbelit-belit. Ritme bekerja yang baik adalah kemandirian atau Independence in Workplace.

Generasi ini tidak terlalu terpikat dengan mendapat pengakuan dari atasan, atau orang-orang di sekitarnya atas kinerja dan achievement yang diraihnya. Karyawan atau generasi ini menstimulasi diri mereka dengan "I've Paid to Get My Work/Job Done."

Generasi Y atau Echo Boomers / Millennials mempengaruhi populasi yang lahir pada sekitar tahun 1977 - 1994 (saat ini berusia 22 - 39 tahun). Umumnya pada perusahaan menduduki posisi Junior Staff - Junior Manager. Terbentuk dengan awal perkembangan kecepatan sistem teknologi. Sebagian karyawan yang terlahir pada periode tahun tersebut, lebih menginginkan langsung “menghilang dari peradaban” pada jam 5.00 sore hari dari kantornya.

Populasi tersebut mendapat dorongan motivasi kerja setelah mengetahui hasil dari kinerja yang dilakukannya dan “Working with other bright people”. Pelatihan dan mentoring yang baik sangat penting untuk mendukung dan meningkatkan pemahaman mengenai kinerja mereka. Media komunikasi yang aktif digunakan adalah melalui e-mail, internet, capture gambar melalui chat. Ritme bekerja yang baik adalah berada di dalam ruang lingkup tim yang mempunyai ide-ide kreatif.

Kurangnya disiplin, rasa hormat dan tingginya ekspektasi dimiliki karyawan pada generasi Millenials. Namun generasi ini akan lebih termotivasi saat adanya pengakuan dari atasan, keluarga, dan mentor yang dimilikinya atas kinerja dan pencapaian yang diraihnya.

Dalam penelitian menemukan bahwa Generasi X seringkali kurang memahami optimisme yang dimunculkan oleh Generasi Millenials. Adanya gap atau kesenjangan yang salah satunya dapat diatasi dengan keterbukaan yang disesuaikan dengan Budaya Perusahaan.

Budaya Perusahaan yang terbuka dengan perkembangan generasi akan memudahkan dalam pengelolaan SDM yang ada. Tentu saja, kita tidak dapat menyembunyikan ketidakpedulian diri kita bahwa munculnya Generasi Z (periode kelahiran 1995 - 2012) yang lebih cepat dalam memperoleh, menyebarluaskan, dan mengelola informasi dari Generasi Y / Millenials sebelumnya.

Generasi Z diperkirakan akan mempengaruhi secara global pada periode tahun 2013 - 2020.

Author: Gideon S Wibowo


Article Source : www.wmfc.org and Ndraha, Taliziduhu. 1997. Budaya Organisasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Image Source :www.globalcitizen.org



Share this Post:

Related Posts: