GOSIP dalam PSIKOLOGI WAKTU

GOSIP dalam PSIKOLOGI WAKTU

Memasukkan Gosip dalam psikologi tidaklah mudah, Pertama, Gosip jelas sebuah komunikasi sehingga akan lebih mudah ditemukan dalam kajian komunikasi. Kedua, dalam sejarah justru antropologi yang pertama kali mencatatkan penelitian awal tentang Gosip. Namun bukan berarti ilmuwan psikologi tidak bisa berkontribusi terhadap tema Gosip (Meinaro, dkk 2011). Psikologi secara umum membuat definisi Gosip khususnya secara psikologis, adalah membicarakan pihak ke tiga tanpa kehadirannya (tentunya dengan terlebih dulu ada dua pihak) (Stirling, 1956 dalam Foster, 2004; Besnier, 2009). Gosip merupakan pertukaran informasi (bisa positif maupun negatif) dalam bentuk evaluatif (positif atau negatif) terhadap pihak ketiga yang tak hadir dari kejadian pertukaran informasi tadi (Foster, 2004).

Setiap orang memiliki jatah waktu 24 jam sehari, yang digunakan untuk berbagai aktivitas, dengan waktu untuk terjaga dan beraktivitas sekitar 14-16 jam. Tidak ada seorang pun dari kita sebesar apapun kuasanya, mampu mengendalikan waktu. Meskipun jatah yang diterima setiap orang sama tetapi aktivitas yang dilakukan berbeda dengan hasil yang berbeda pula. Waktu mempunyai makna bagi Manusia, dalam waktu orang mengekspresikan emosi. Bagaimana menggunakan waktu menyampaikan kepuasaan atau ketidaksukaan pada hal-hal yang ditemukan dalam kehidupan. Mungkin, sebahagian orang beranggapan bahwa waktu berlari begitu cepat sehinggga beberapa hal yang akan dilakukan tidak terlaksana (shiraev & Levy, 2012).

Setiap individu berbeda dalam memaknai dan merasakan jalannya jarum jam dari menit ke menit. Dengan demikian, rentang waktu ternyata bukan sekadar jumlah dan akumulasi hitungan menit, melainkan sangat berkaitan dengan suasana kejiwaan seseorang (Hidayat, 2012). Herbert Rappaport, Psikolog dari Temple University dalam kajian yang telah diterbitkan menunjukkan bahwa orientasi waktu mencerminkan suasana kepribadian. Inilah yang dimaknai sebagai psikologi waktu. Ketika terjadi aktivitas Gosip tanpa disadari seseorang sebenarnya mengacu pada peristiwa waktu yang tepat, sesuai dengan kepentingan, tujuan dan hasil yang diharapkan. Pemilihan waktu menentukan sejauh mana Gosip mampu menggerakan psikologis individu, kelompok atau masyarakat secara luas untuk ikut terlibat dalam aktivitas Gosip (mempengaruhi dan dipengaruhi). Waktu menjadi indikator penting dalam proses perjalanan Gosip dalam kehidupan masyarakat, sehingga secara psikologis posisi waktu telah berbalik mengatur aktivitas Gosip yang dilakukan oleh individu, kelompok ataupun masyarakat.

by. DDL Corporate Recruitment


Sumber Pustaka

Eric B. Shiraev, David A Levy (2012), Psikologi Lintas Kultural. Jakarta. Kencana

Foster, E.K. (2004). Research on Gosip: Taxonomy, Methods, and Future Directions. Review of General Psychology. Vol. 8, No. 2, 78–99.

Hidayat K (2012), Psikologi Waktu, Seputar Indonesia, Jumat 9 November 2012 http://kolompakar.blogspot.com/2012/12/psikologi-waktu.html).

Meinarno, EA., Widianto, B., Halida, R. (2011). Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat. Jakarta. Salemba Humanika.

Meinarno, E.A., Bagaskara, S., Rosalina, M.P.K. (2011), Apakah Gosip Bisa Menjadi Kontrol Sosial. Jurnal Psikologi Pitutur, Volume I, No 2, 78-80.


Share this Post:

Related Posts: