WORLD DAY AGAINST CHILD LABOUR (12 AGUSTUS 2017)

World Day Against Child Labour

(12 Juni 2017)

Pekerja anak memiliki konotasi sebagai pengeksploitasian anak atas tenaga mereka. Pengertian atau yang dikategorikan sebagai anak menurut UU No. 3 tahun 1997 pasal 1 ayat 2 adalah mereka yang berada dalam rentang usia 8 - 18 tahun serta belum pernah menikah.

Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memperkirakan ada 1.7 juta jiwa pekerja anak di Indonesia, dimana 400 ribu jiwa diantaranya bekerja dalam perbudakan, pelacuran dan pornografi, perjudian, serta penyebaran narkotika. Faktor utama timbulnya pekerja anak adalah penghasilan orang tua yang rendah yang mengakibatkan ketidakstabilan dalam perekonomian keluarga. Hal ini diperburuk oleh pekerja anak yang merasa bangga ketika memiliki penghasilan yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya, sehingga mereka enggan untuk berhenti bekerja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan fisik anak dan perkembangan emosi anak karena berada dalam lingkungan yang berbahaya atau menerima perlakuan yang kasar dan sewenang-wenang yang dapat mengakibatkan anak menjadi pribadi yang pemarah, pendendam, dan kurang memiliki rasa empati.

Oleh sebab itu, pada tahun 2002 Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO) meluncurkan hari menentang pekerja anak sedunia. Pada tanggal 12 Juni, pemerintah, pengusaha, organisasi pekerja, serta masyarakat sipil diseluruh dunia fokus menyoroti penderitaan para pekerja anak berusaha untuk mencapai penghapusan tenaga kerja anak pada tahun 2025, bahkan, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, M Hanif Dhakiri menegaskan pihaknya telah menetapkan peta jalan (road map) program penarikan pekerja anak untuk mencapai target Indonesia bebas pekerja anak tahun 2022. Dalam program ini para pekerja anak akan ditarik dari tempat mereka bekerja dan ditempatkan sementara di rumah singgah untuk mendapatkan pendampingan khusus dan pembinaan, sebelum akhirnya kembali disekolahkan.

Don’t ask children to take tool instead send them to school. Make their future bright, shape their future right, Stop Child Labour.

By : Corporate Recruitment, PT. Summarecon Agung, Tbk

Reference:

https://id.wikipedia.org/wiki/Anak

https://id.wikipedia.org/wiki/Pekerja_anak

http://dwellerofearth.blogspot.co.id/2015/08/faktor-penyebab-dan-dampak-negatif.html

http://www.un.org/en/events/childlabourday/

http://news.detik.com/berita/2974015/awas-17-juta-anak-jadi-pekerja-di-bawah-umur-di-indonesia

http://ilo.org/ipec/Campaignandadvocacy/wdacl/lang--en/index.htm

Share this Post:

Related Posts: