Tips Menjadi Pendengar yang Baik untuk Kesuksesan Karier


Bukan rahasia lagi bahwa menjadi pendengar yang baik jauh lebih sulit dari menjadi pembicara yang istimewa. Pada kenyataannya, manusia memiliki kelebihan secara biologis: kemampuan mendengar mereka tiga kali lebih cepat ketimbang berbicara. Itu berarti manusia memiliki kapasitas berlebih di otak untuk mendengarkan suatu hal, entah itu yang disengaja atau pun tidak. Menjadi pendengar yang baik sebenarnya memberikan banyak keuntungan.Dengan bersikap demikian, Anda memiliki kesempatan untuk sukses jauh lebih besar. Ingin sukses di tempat kerja karena hal tersebut? Simak tips berikut.

1. Fokus pada Setiap Pembicaraan

Fokus menjadi hal utama agar Anda dapat menjadi pendengar yang baik. Untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar fokus, lakukan beberapa hal berikut. Letakkan ponsel, berhenti mengirim pesan, dan tutup buku catatan. Jika Anda duduk di belakang meja, di mana mungkin tergoda untuk melakukan banyak tugas, tutup laptop Anda dan pindahkan kertas ke samping. Ini memberi tahu orang lain bahwa Anda siap untuk percakapan.

2. Tunjukkan Pose Terbaik untuk Menjadi Pendengar

Menurut beberapa ahli, mendengarkan bisa dilakukan tanpa memperlihatkan ekspresi wajah, di antaranya seperti mengangguk atau tersenyum. Mereka tidak menyinggung bahwa menjadi pendengar yang baik adalah orang yang diam. Mereka mengatakan bahwa ekspresi wajah untuk menjadi pendengar yang baik tampak seperti mengatakan, “Saya mendengarkan.”

3. Berbicara saat Lawan Bicara Diam

Untuk menjadi pendengar yang baik, selalu berusaha bicara saat lawan bicara Anda sudah menyampaikan argumen. Selain itu, usahakan untuk selalu memberikan waktu bicara kepada orang lain tanpa gangguan. Anda juga bisa mencoba untuk menunjukkan empati dengan melemparkan sesekali, “Oh, saya tahu persis bagaimana perasaan Anda.”

4. Ringkas Apa yang Dikatakan

Menurut Glassdoor, membuat ringkasan dapat memperbaiki pemahaman setiap pendengar. Tak hanya itu, dengan membuat ringkasan, pendengar juga dapat menambahkan perspektif baru atau setidaknya mengetahui apa pokok dari ucapan pembicara. Inilah yang penting dalam komunikasi, di mana pendengar dan pembicara saling memahami.

5. Ulangi Pembicaraan dan Berikan Kepastian

Untuk menjadi pendengar yang baik, Anda perlu membuat sesi validasi. Sesi ini bisa Anda lakukan setelah mendengarkan semua yang diucapkan oleh lawan bicara. Setelahnya, Anda dapat menanyakan beberapa hal untuk memastikan bahwa apa yang Anda mendengar semua pembicaraan dengan benar.

6. Jujurlah tentang Keterbatasan Anda

Jika Anda terburu-buru atau merasa sangat lelah dan stres, beri tahu orang yang mengajak bicara. Jika Anda sudah terlalu lama mendengarkan, Anda perlu istirahat. Pendengar yang baik tak melulu mendengarkan, tapi juga mengatakan semua yang apa rasakan dengan jujur. Percayalah bahwa lawan bicara akan tahu apabila Anda mencoba memalsukan perhatian. 


By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References:

https://glints.com/id/lowongan/menjadi-pendengar-yang-baik/#.XsTO_2gzbb0