Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional

hari-kesetiakawanan-sosial-nasional_rj90.png

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional


Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, manusia memerlukan adanya keluarga dan teman demi keberlangsungan hidupnya. Oleh karena itu, rasa kebersamaan, kesetiakawanan, dan tolong menolong harus terjalin di antara kita semua.

Perang demi memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia yang terjadi sejak tahun 1945 hingga 1948 mengakibatkan timbulnya permasalahan sosial yang semakin parah. Kementerian Sosial menyadari bahwa untuk menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial tersebut diperlukan dukungan menyeluruh dari unsur masyarakat. Oleh sebab itu, maka pada bulan Juli 1949 di kota Yogyakarta, Kementerian Sosial mengadakan Penyuluhan Sosial bagi tokoh-tokoh masyarakat dan Kursus Bimbingan Sosial bagi Calon Sosiawan atau Pekerja Sosial, dengan harapan dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial yang sedang terjadi. Dengan penuh rasa kebersamaan dan gotong royong, permasalahan sosial tersebut berhasil ditanggulangi.

Sebagai rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain yang ingin menjajah kembali bangsa kita, Kementrian Sosial menetapkan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional pada tanggal 20 Desember 1948.

Hingga saat ini, permasalahan sosial terus berlangsung di negara kita. Melihat semangat perjuangan para pahlawan pada masa kemerdekaan, kita wajib menghargai rasa kesetiakawanan yang mereka perjuangkan. Marilah kita meneruskan apa yang sudah diperjuangkan para pahlawan dengan tetap menjaga rasa persaudaraan dan kesetiakawanan sesuai dengan semboyan negara kita “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda - beda tetap satu jua.

By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References :
http://malahayati.ac.id/?p=14965
https://harapanamalmulia.org/artikel/sejarah-hari-kesetiakawanan-sosial-nasional/

Share this Post:

Related Posts: