Baguskah Menjadi Workaholic?

baguskah-menjadi-workaholic_pInc.jpg

Baguskah Menjadi Workaholic?


Untuk mencapai karier impian, kita memang perlu bekerja keras. Demi totalitas bekerja, lembur adalah hal yang biasa, bahkan terkadang kita mengabaikan jatah cuti demi tuntutan pekerjaan. Pada era modern ini, workaholism dinilai sebagai hal yang positif, namun apakah benar menjadi workaholic merupakan hal yang bagus bagi diri Anda?

Berikut beberapa alasan untuk tidak menjadi seorang workaholic:
Rentan terkena penyakit
Dalam sebuah data mengenai 600.000 orang, diketahui bahwa mereka yang bekerja lebih dari 55 jam setiap minggu memiliki risiko stroke 33 persen lebih tinggi. Penelitian juga mengungkapkan bahwa efek buruk stres di tempat kerja setara dengan menjadi perokok pasif.

Kurang bersosialisasi
Kehidupan yang tidak seimbang dan lebih banyak dihabiskan untuk urusan pekerjaan, membuat seorang karyawan kurang bersosialisasi. Manusia merupakan makhluk sosial dan perlu menjaga hubungan dengan teman-teman.

Hubungan dengan keluarga menjadi jauh
Prioritas seorang workaholic terhadap pekerjaan membuatnya kerap mengorbankan keluarganya sendiri karena hampir setiap hari ia memprioritaskan pekerjaan dan tak segan untuk sering lembur. Sikap ini tanpa ia sadari membuat keluarga dan kerabat dekatnya perlahan menjaga jarak darinya.

Gangguan mental
Sebenarnya kecanduan bekerja merupakan masalah yang serius dalam berbagai aspek kehidupan. Kecanduan bekerja atau workaholic merupakan sebuah kondisi gangguan mental. Jika Anda tidak mampu berhenti memikirkan pekerjaan atau merasa tidak nyaman tanpa memikirkan pekerjaan, kemungkinan besar kondisi kecanduan itu sudah menjadi masalah mental yang serius.

Pekerja keras yang sesungguhnya tak hanya berkomitmen dan berdedikasi terhadap pekerjaan, tapi juga tahu caranya menentukan prioritas, serta pandai mengelola waktu dengan baik.

By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References:
http://nova.grid.id/Karier/Konflik-Kantor/Jangan-Bangga-Jadi-Workaholic-Ini-Alasannya?page=all

http://lifestyle.kompas.com/read/2015/09/08/111900123/Jadi.Workaholic.tetapi.Jangan.Korbankan.Kesehatan

https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/4-dampak-buruk-menjadi-seorang-workaholic

Share this Post:

Related Posts: