Mengatasi Perbedaan Gender di Kantor

mengatasi-perbedaan-gender-di-kantor.jpg

Mengatasi Perbedaan Gender di Kantor

Di Indonesia, perbedaan gender merupakan hal yang banyak sekali terjadi. Kesenjangan gender atau jenis kelamin, sering terjadi di lingkungan kerja. Entah itu masalah tugas yang diberikan, kesempatan promosi, sampai masalah gaji, wanita masih seringkali dipandang sebelah mata oleh atasan. Indonesia memang sudah lebih memerhatikan kesejahteraan dan hak-hak wanita sejak zaman R. A. Kartini dan emansipasi wanita. Sejak saat itu, wanita terus berjuang untuk kesetaraan dengan para lelaki.

Sayangnya, masih banyak sekali PR untuk masyarakat kita sebelum bisa menapakkan kaki di tanah yang sejajar bagi perempuan dan laki-laki. Bahkan di tempat kerja, tempat kita menggantungkan nasib, masih ada saja praktek diskriminasi atau pembatasan hak-hak perempuan. Penting untukmu mengetahui apa saja yang termasuk diskriminasi terhadap perempuan di lingkungan kerjamu. Ayo perhatikan tujuh poin di bawah ini dan lihat apakah kantormu sudah bebas dari diskriminasi!

1. Perbedaan penghasilan

Bukan rahasia lagi, perempuan masih digaji lebih sedikit ketimbang laki-laki pada posisi dan pekerjaan yang sama persis. Karena pandangan kuno yang menganggap bahwa perempuan tidak sekompeten laki-laki dalam bekerja. Selain itu, para wanita karier seharusnya punya suami yang bisa menghidupi mereka, jadi mereka tak perlu bayaran setinggi laki-laki.

2. Perlakuan yang tidak pantas

Wanita tak jarang mendapat perlakuan tak pantas di tempat kerjanya, terutama bila mereka berada di posisi yang lebih lemah dibanding atasan dan bos yang berpengaruh dan memegang kendali atas nasib mereka. Pelecehan ini bisa dalam bentuk kata-kata, sikap, bahkan tindakan fisik. Segera laporkan segala bentuk pelecehan seksual pada manajer atau bidang personalia di kantormu.

3. Tidak adanya kesempatan untuk menjadi pemimpin

Apabila ada kesempatan untuk naik jabatan, beberapa perusahaan masih saja menganggap perempuan kurang pantas berada di posisi manajerial atau pimpinan. Laki-laki dianggap lebih memiliki kualitas kepemimpinan dibanding perempuan. Perusahaan melihat wanita tidak mampu mengambil tanggung jawab yang besar di kantor karena mereka masih punya tanggung jawab untuk mengurus suami dan anak-anak di rumah, sementara laki-laki bebas dari kewajiban tersebut.

4. Anggapan tentang apa yang hanya bisa dilakukan wanita

Dalam rapat, biasanya suara laki-laki lebih didengar dari perempuan. Laki-laki dipandang tegas dan strategis dalam bertindak, sementara wanita lebih mengutamakan perasaannya. Maka wanita dianggap kurang mampu bersikap profesional atau menggunakan emosi. Bisa juga ketika melamar kerja sebagai seorang peneliti, tapi malah ditawari posisi sebagai sekretaris karena perempuan lebih identik dengan tugas-tugas administratif.

By. Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

Reference :
https://career.popbela.com/working-life/didy/hati-...
https://www.merdeka.com/gaya/5-tanda-diskriminasi-...

Share this Post:

Related Posts: