Hari Palang Merah Indonesia

hari-palang-merah-indonesia_3T5v.jpg

Hari Palang Merah Indonesia


Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan terbentuk dengan nama Palang Merah Indonesia (PMI). PMI tak memihak kepada politik, ras, suku, atau agama tertentu. Dalam pelaksanaannya, PMI mengedepankan korban yang membutuhkan pertolongan secepatnya untuk keselamatan jiwa dari korban. Semenjak saat itu, 17 September dikenal sebagai Hari Palang Merah Indonesia (PMI). 

Proklamasi Kemerdekaan menjadi langkah awal pijakan Indonesia untuk bernapas bebas tanpa belenggu rezim penjajah. Pada 3 September 1945, Soekarno mempunyai gagasan untuk membentuk Palang Merah Nasional. Menteri Kesehatan dr Buntaran Martoatmojo mendapat mandat untuk melakukan pembentukan itu. Palang Merah Nasional diharapkan bisa menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia telah berdaulat bebas pasca-proklamasi 14 Agustus 1945. Akhirnya, Buntaran membentuk panitia untuk mematangkan rencana ini yang terdiri dari lima dokter, yaitu dr R Mochtar, dr Bahder Johan, dr Joehana, Dr Marjuki, dan dr Sitanala. Merekalah yang mempersiapkan pembentukan badan kemanusiaan ini. Pada 17 September 1945, Palang Merah Indonesia (PMI) terbentuk. Wakil Presiden Mohammad Hatta menjadi ketua pertama dari badan kemanusiaan ini. Sampai dengan saat ini, peristiwa itu dikenal sebagai Hari PMI.

PMI terus melakukan pemberian bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan dengan Keppres Nomor 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia pun mengakui keberadaan PMI. Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS Nomor 25 Tahun 1950 dan Keppres RI Nomor 246 Tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korba