Soft Skill atau Hard Skill?

soft-skill-atau-hard-skill-.jpg

Soft Skill atau Hard Skill?

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya. Namun, softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.

Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal. Contoh dari soft skill adalah communication skill, problem solving dan critical thinking, active listening, dll.

Berbeda dengan soft skill, hard skill merupakan penguasaan keterampilan teknis dari hasil pembelajaran yang berhubungan dengan suatu bidang ilmu tertentu. Contohnya bidang ilmu kedokteran, science, teknologi, olahraga, seni dan bidang ilmu lainnya. Kita bisa melihat atau mengukur hard skill seseorang dari riwayat pendidikannya. Hard skill sangat erat kaitannya dengan keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu. Misalnya seorang dokter harus menguasai bidang ilmu kedokteran, seorang ahli hukum harus mengerti hukum itu sendiri. Dengan kata lain, hard skill itu merupakan dasar untuk bekerja.

Dalam dunia kerja, hard skill dan soft skill sangat berpengaruh terhadap kinerja dan prestatsi karyawan. Keduanya sangat penting dan harus saling melengkapi satu sama lain. Jika Anda bertanya, mana yang lebih penting, hard skill atau soft skill, ada anggapan yang menyatakan bahwa hard skill lebih penting daripada soft skill. Itu tidak serta merta salah, mengingat dengan adanya hard skill kita bisa tahu apa yang harus kita kerjakan dari awal sampai dengan selesai sesuai dengan bidang yang kita pelajari.

Namun, perusahaan yang menawarkan pekerjaan juga sangat mempertimbangkan peran soft skill. Mereka beranggapan bahwa keterampilan teknis masih bisa diajarkan melalui pelatihan dan tidak memakann waktu yang terlalu lama. Berbeda dengan karakter sesorang yang melekat sejak kecil dan cenderung sulit dirubah. Singkatnya, untuk apa mempekerjakan orang yang pandai dan terampil tapi susah diatur, banyak mengeluh, sering terlambat dan tidak jujur.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik hard skill maupun soft skill sama pentingnya dalam dunia kerja. Anda mungkin berhasil direkrut karena mengantongi hard skill atau soft skill yang setara untuk menjadi persyaratan utama perusahaan dalam merekrut Anda. Namun tanpa keduanya, Anda akan sulit bertahan dan membangun kesuksesan dalam dunia kerja.

By ; Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

Reference :

http://ikhtisar.com/soft-skills-apakah-arti-dan-ma...

http://blog.id.jobplanet.com/hard-skill-dan-soft-s...

Share this Post:

Related Posts: