Soft Skill atau Hard Skill Mana yang Lebih Penting?

soft-skill-atau-hard-skill-mana-yang-lebih-penting_S6Fo.jpg

Soft Skill atau Hard Skill, Mana yang Lebih Penting?


Di dunia kerja, kita mengenal dua jenis keahlian yang akan mendukung pekerjaan, hard skill dan soft skill. Hard skill adalah keterampilan utama yang terkait erat dengan pekerjaan. Beberapa contoh hard skill antara lain keahlian pemrograman komputer yang harus dimiliki staf IT, editor yang mempunyai kemampuan menulis, atau kemampuan berbahasa asing untuk orang yang sering bekerja dengan klien dari luar negeri. Sementara soft skill lebih terkait kepribadian seseorang yang bisa mendukung pekerjaan dan hubungan interpersonal di kantor. Soft skill penting yang dibutuhkan di dunia kerja seperti kemampuan berkomunikasi yang baik, etika kerja, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Jadi keahlian mana yang lebih penting bagi seorang pekerja? Mari kita bandingkan.

1. Penilaian Keterampilan

Daftar hard skill penting untuk ditulis di lembar curriculum vitae untuk menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan pekerjaan yang ditawarkan. Tetapi hard skill seseorang bisa diukur secara objektif. Pada proses perekrutan, perusahaan bisa mengecek dengan tes tertulis atau ujian praktik untuk membuktikan sejauh mana hard skill calon pegawai. Tes ini bisa menentukan keputusan penerimaan calon pegawai. Sementara penilaian soft skill lebih subjektif. Jadi, meski Anda sudah menulis soft skill tertentu di lembar CV, pewawancara akan menilai sendiri keterampilan tersebut saat bertemu. Misalnya, jika Anda mengatakan punya kemampuan komunikasi yang baik, orang yang merekrut akan merasakan apakah pelamar memang bisa berbicara luwes dengan orang baru dan bertutur kata yang baik. Hasil wawancara kerja juga punya poin khusus pada proses perekrutan.

2. Tergantung Pekerjaan

Seseorang yang lebih banyak bekerja di be