International Albinism Awareness Day

international-albinism-awareness-day_jYHR.jpeg

International Albinism Awareness Day


Tiap tanggal 13 Juni diperingati sebagai hari kesadaran albinisme internasional. Dikenal dengan nama lain albino, kondisi ketiadaan pigmen pada kulit, rambut dan mata ini dialami oleh 1 dari 20 ribu orang di seluruh dunia. Albinisme adalah kondisi genetik yang diturunkan dan menyebabkan pigmen melanin yang terbentuk di kulit, rambut dan mata berkurang, tutur laman National Organization for Albinism and Hypopigmentation (NOAH).

Istilah albinisme datang dari bahasa Latin 'albus' yang berarti putih. Albinisme bisa terjadi pada semua ras manusia tanpa terkecuali. Ini disebabkan oleh ketiadaan atau cacatnya tirosinase, enzim yang mengandung tembaga dan terlibat dalam produksi melanin. Albinisme disebabkan oleh kerusakan pada gen yang menghasilkan dan mendistribusikan melanin. Kerusakan ini menyebabkan produksi melanin berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Gen yang rusak diturunkan dari orang tua ke anak dan menyebabkan albinisme terjadi.Orang dengan albino pada umumnya memiliki warna kulit putih pucat, dengan rambut berwarna putih, perak atau pirang. Tak hanya rambut, bulu mata, alis hingga bagian bulu tubuh lainnya pun berubah menjadi putih. Warna bola mata mereka pun berubah menjadi biru, abu-abu hingga merah. 

Penelitian menyebut bahwa albino terjadi pada 1 dari 20 ribu orang di muka bumi ini. Namun, albinisme lebih sering terjadi pada orang-orang di beberapa negara Afrika dibanding dengan belahan dunia yang lain. Di Indonesia disebutkan ada 1 dari 177 orang dengan albino di Ciburuy, desa di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Total penduduk Ciburuy pada akhir 2018 ada sekitar 1.600 orang.

Orang dengan albino terancam oleh masalah kesehatan tertentu. Karena kekurangan pigmen melanin, kulit albino lebih mudah terbakar akibat paparan sinar matahari berlebih, kurang terlindungi dari radiasi sinar ultraviolet serta berisiko tinggi terkena kanker melanoma. Kurangnya pigmen di mata juga menyebabkan masalah terkait fotosensitivitas. Orang albino juga mengalami penurunan ketajaman visual akibat hamburan cahaya di mata. Selain itu, tak jarang orang albino mengalami nystagmus, yaitu gerakan mata yang cepat dan tidak beraturan dan ambliopia, penurunan ketajaman pada mata hingga hipoplasia saraf optik yang menyebabkan keterbelakangan saraf optik pada mata.

Tak hanya rentan mengalami masalah kesehatan, orang albino juga rentan mengalami tantangan sosial, seperti diskriminasi, persekusi, cemoohan dan ancaman. Tak jarang, orang albino hidup dalam ketakutan akan kekerasan. Orang albino mengalami keterasingan, kurang stabil secara emosional dan kerap menghindari interaksi sosial. Mereka juga kesulitan mencari teman, pasangan, sekolah dan pekerjaan karena kondisi fisiknya. 

Maka dari itu, jika ada teman, keluarga atau sanak saudara yang mengalami albinisme, jangan dijauhi ya! Bertemanlah tanpa membeda-bedakan.


By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References:

https://jabar.idntimes.com

Share this Post:

Related Posts: