Infografis - Membuat Masker Sendiri dengan Kain Katun untuk Cegah COVID-19

infografis-membuat-masker-sendiri-dengan-kain-katun-untuk-cegah-covid-19_SP3X.jpeg

Membuat Masker Sendiri dengan Kain Katun untuk Cegah COVID-19


Wabah virus corona COVID-19 di seluruh dunia telah menyebabkan kelangkaan masker untuk melindungi wajah. Sementara itu, pemerintah sudah mewajibkan penggunaan masker kepada setiap orang yang terpaksa keluar rumah, baik untuk bekerja, membeli bahan makanan, ataupun membeli obat-obatan. Mengingat kelangkaan masker yang terjadi, masyarakat dapat membuat masker berbahan dasar kain yang dapat dipakai kembali setelah di cuci bersih. Masker kain buatan sendiri menawarkan perlindungan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan masker bedah dan respirator N95. Namun, masker buatan sendiri lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali, kata sebagian besar profesional medis. Berikut ini cara membuat masker sendiri di rumah untuk mencegah penyabaran virus corona. 

Bahan: Kain, seperti katun, waslap atau kain microfiber, pita elastis atau dua ikatan rambut, gunting, mesin jahit 

Langkah: 

1. Mulailah dengan 2 persegi panjang kain ukuran 12 inci (sekitar 30 cm) x 6 inci (sekitar 15cm) [atau 11 inci (sekitar 27 cm) x 5 inci (sekitar 5cm) untuk kepala yang lebih kecil]. Ukuran bisa juga disesuaikan dengan masing-masing wajah. 

2. Jahit lapisan-lapisannya menjadi satu; lalu jahit tepi bawah dan tutup. 

3. Lipat lebih dari satu sisi, dan gunakan ikat rambut biasa atau potongan elastis, mulailah menjahit kain sehingga bagian elastis berada di dalam lipatan. 

4. Setelah Anda memulainya, tarik kencang tali elastis dan jahit sisa lipatan. 

5. Ulangi di sisi lain. 

6. Pastikan untuk melakukan backstitch (menjahit beberapa kali) di awal dan akhir jahitan, karena tali elastis akan menarik di titik-titik tersebut.

Setelah selesai membuat masker kain, jangan lupa untuk dicuci terlebih dahulu. Mencuci masker kain juga dilakukan setiap hari setelah selesai menggunakannya. Catatan penting, saat mencuci masker kain, berhati-hatilah untuk tidak mencampur masker dengan pakaian lain, karena hal ini dapat membuat berbagai pewarna dari pakaian lain akan mengontaminasi masker. Termasuk warna masker juga akan memudar dan luntur.

Cara mencucinya sederhana saja, yaitu dengan menggunakan sabun dan air hangat setiap hari sehabis digunakan. Setelahnya, biarkan mengering dibawah terik sinar matahari. Seperti yang kita tahu, virus dapat bertahan di permukaan benda stainless steel hingga tiga hari, dan 24 jam di atas kardus. Tapi masih belum ada penelitian bakal berapa lama virus mampu bertahan pada pakaian dan kain. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan agar pakaian yang telah dipakai di luar ruangan harus segera dicuci. Dalam pencucian, suhu air juga harus sesuai, yakni air hangat, sebagaimana instruksi pabrik pembuat pakaian. Pakaian yang dijemur juga harus benar-benar kering.


By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References:

https://tirto.id

https://www.suara.com

Share this Post:

Related Posts: