Fungsi Gosip


Fungsi Gosip


Ibas disebut terima dana proyek Hambalang (Kompas, 26 Pebruari 2013) gosip, fitnah atau fakta ?........ pernyataan dari kabar tersebut, menjadi trend dan mampu mewabah untuk topic utama pembicaraan di warung kopi, pangkalan ojek, ibu-ibu arisan, para pengaguran yang mangkal di halte bus, para eksekutif dan pelajar bahkan sampai para pejabat senayan yang pro dan kontra. Berita dengan intrik-intrik menarik yang ditampilkan dengan sedikit pemanis mampu menyulap semua kalangan untuk memperbincangkan dan mengulas habis-habisan tanpa ada fakta otentik yang mampu ditampilkan untuk pembuktian kebenaran dari brita tersebut. Itulah yang disebut sebagai GOSIP. Foster (2004) membagi fungsi Gosip ke dalam empat fungsi utama :

  1. Sebagai sumber informasi,
  2. Gosip memiliki fungsi sebagai hiburan,
  3. Gosip sebagai pertemanan, merekatkan tali persahabatan dan ikatan dalam kelompok yang lebih luas,
  4. Gosip sebagai alat mempengaruhi, untuk menyebarkan pengaruh di dalam masyarakat.

Mengacu pada isi dari Gosip, seringkali mempunyai data yang validitasnya diragukan, Gosip ditebarkan dan bersentuhan dengan nilai-nila etika moral yang berlaku dalam budaya setempat. Gosip seringkali bercambur dengan bumbu-bumbu informasi yang menggoda pendengar untuk memberi komentar. Ibarat pepatah “Gosip adalah gadis cantik yang sayang bila tidak digoda”. Gosip tidak selamanya hal-hal yang buruk, dengan mengangkat fenomena sosial dalam masyarakat untuk peduli pada kaum marginal akan berdampak positif, tetapi seringkali apa yang disampaikan dalam Gosip sesuatu yang tidak mengandung kebenaran dan membuat dampak psikologis yang negative (perasaan malu dan terhina).

Gossip dijumpai dalam kehidupan nyata …, dirindukan oleh banyak kalangan tetapi di benci oleh sekalangan orang yang digosipkan. Bagaimana kita memaknai Gosip? Gosip adalah informasi yag disebarkan dari mulut ke mulut, dapat bersifat perorangan, kelompok, bahkan di era informasi teknologi yang canggih gosip disebarkan melalui media cetak dan media elektronik. Dalam era informasi, Gosip berperan untuk penyampaian informasi dan berfungsi sebagai alat untuk mendapatkan serta menyebarkan informasi.


by. DDL Corporate Recruitment



Sumber Pustaka

Ahmada Consulting (2012). Psikologi Waktu. http://www.ahmadaconsulting.com/articles-news/40-p... 6/23/2015

Foster, E.K. (2004). Research on Gosip: Taxonomy, Methods, and Future Directions. Review of General Psychology. Vol. 8, No. 2, 78–99.

Hidayat K (2012), Psikologi Waktu, Seputar Indonesia, Jumat 9 November 2012 http://kolompakar.blogspot.com/2012/12/psikologi-w...).

Meinarno, E.A., Bagaskara, S., Rosalina, M.P.K. (2011), Apakah Gosip Bisa Menjadi Kontrol Sosial. Jurnal Psikologi Pitutur, Volume I, No 2, 78-80.

Share this Post:

Related Posts: