Hari Diabetes Sedunia

Hari Diabetes Sedunia

Diabetes merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan insulin. Insulin merupakan hormon alami yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas yang memungkinkan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi untuk kemudian disebarkan ke seluruh tubuh dengan cara memberi sinyal pada sel lemak, otot dan hati untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen di sel otot, trigliserida di sel lemak dan keduanya di sel hati. Apabila produksi dan sistem kerja insulin terganggu maka tingkat kadar gula akan terus meningkat, hal ini yang menyebabkan terjadinya penyakit diabetes.

Indonesia merupakan negara yang berada diurutan ke 4 (empat) dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Jumlah penderita penyakit diabetes di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2030 diperkirakan jumlah penderita penyakit diabetes di Indonesia akan mencapai 21.3 juta jiwa, hal tersebut terjadi karena sebagian besar penderita penyakit diabetes tidak sadar kalau terkena diabetes sehingga berkonsultasi ke dokter setelah mengalami komplikasi.

Pada 14 November 1991, bertepatan dengan ulang tahun penggagas penemuan insulin, Frederick Banting, Hari Diabetes Sedunia pertama kali diselenggarakan oleh International Diabetes Federation (IDF) dan WHO guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mengenali gejala penyakit diabetes sedini mungkin. Hari Diabetes Sedunia dirayakan oleh lebih dari 230 anggota IDF dari 160 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Beberapa gejala dari penyakit diabetes diantaranya adalah :

  1. Sering merasa haus (polidipsi)
  2. Sering buang air kecil terutama pada malam hari (poliuri)
  3. Mengalami rasa lapar yang ekstrem (polifagi)
  4. Turunnya berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas
  5. Berkurangnya massa otot
  6. Sering mengalami kelelahan
  7. Pandangan menjadi kabur
  8. Terdapat luka yang sukar sembuh
  9. Sering mengalami infeksi

Menurut dr. R. Bowo Pramono, Sp.Pd.KEMD(K), Ahli Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UGM, penyakit diabetes bukanlah merupakan sebuah penyakit mematikan. Namun, peningkatan kadar gula dalam darah yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan komplikasi penyakit, diantaranya penyakit jantung, kerusakan sistem saraf, kerusakan mata, kerusakan ginjal, cacat kaki, infeksi kulit, dan gangguan pendengaran.

Periksakan diri Anda segera, apabila gejala diabetes telah melanda Anda.

Trying to manage diabetes is hard, because if you don’t, there are consequences you will have to deal with in the future.

By ; Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

Reference:

http://halosehat.com/penyakit/diabetes/bahaya-diab...

http://www.alodokter.com/pentingnya-hormon-insulin...

http://www.dikti.go.id/60-persen-masyarakat-indone...

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Diabetes_Seduni...

http://www.alodokter.com/diabetes

http://halosehat.com/penyakit/diabetes/bahaya-diab...

Share this Post:

Related Posts: