Hari Osteoporosis Sedunia

Hari Osteoporosis Sedunia

20 Oktober 2017

Osteoporosis adalah suatu penyakit berupa kerapuhan tulang yang disebabkan oleh massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang. Osteoporosis biasanya baru diketahui setelah ditemukan keretakan tulang yang umumnya terletak pada pergelangan tangan, tulang pinggul dan tulang belakang. Tidak ada gejala-gejala khusus terjadinya osteoporosis diawal masa kerapuhan tulang, sehingga untuk mendiagnosis terjadinya osteoporosis Anda perlu menjalani pemeriksaan Dual Energy X-ray Absorptiometry Scan (DEXA Scan) atau Fracture Risk Assessment Tools (FRAX) yaitu sebuah algoritma yang dapat memperkirakan risiko kerapuhan tulang dalam jangka waktu 10 tahun kedepan.

Wanita lebih rentan terkena osteoporosis. Hal ini disebabkan oleh keadaan wanita yang membutuhkan hormon estrogen untuk menjaga kepadatan tulang, namun setelah wanita mengalami menopause akan ada penurunan kadar estrogren dalam tubuh sehingga terjadi penurunan kepadatan tulang secara drastis. Selain itu, tidak mengalami siklus menstruasi lebih dari 6 bulan akibat olahraga atau diet yang berlebihan, mengalami menopause sebelum usia 45 tahun dan menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi sebelum usia 45 tahun dapat memperbesar risiko wanita untuk terkena penyakit osteoporosis.

United Kingdom’s National Osteoporosis Society sejak 20 Oktober 1996 telah menyelenggarakan Hari Osteoporosis Nasional Inggris, kemudian perayaan Hari Osteoporosis diselenggarakan secara global setiap tahun oleh International Osteoporosis Foundation, yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran global akan pencegahan, diagnosis dan pengobatan penyakit osteoporosis.

Pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan cara melakukan olahraga 2-3 kali seminggu untuk melatih kaki, lutut dan kekuatan tulang, menerapkan pola hidup sehat dengan banyak mengkonsumsi asupan yang banyak mengandung vitamin D dan kalsium, mengusahakan kulit untuk terkena paparan matahari minimal 10 menit pada pukul 9 pagi, serta menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Namun apabila Anda sudah menjadi penderita osteoporosis, ada 2 jenis pengobatan yang dapat Anda jalani, yaitu pengobatan yang bersifat hormon dan non-hormon. Pengobatan hormon meliputi pemberian Selective Estrogren Receptor Modulators (SERMs) yang dapat menjaga kepadatan dan meminimalisis risiko retak tulang, pemberian Paratiroid Hormones (PTH) yang dapat memperlambat tingkat penipisan tulang dan pemberian kalsitonin yang dapat memperkuat kepadatan tulang dengan cara menghambat sel-sel yang meluruhkan tulang. Sedangkan pengobatan non-hormon meliputi pemberian suplemen vitamin D, pemberian Bisphosphonate atau Strontium ranelate.

Love your bones, protect your future. Don’t let osteoporosis break you.

By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

Reference:

https://id.wikipedia.org/wiki/Osteoporosis

http://www.alodokter.com/osteoporosis

http://www.alodokter.com/osteoporosis/penyebab

http://www.alodokter.com/osteoporosis/pengobatan

http://worldosteoporosisday.org/about

Share this Post:

Related Posts: