Hari Jantung Sedunia

Hari Jantung Sedunia

Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tanggal 29 September. Peringatan ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat dunia tentang bahayanya penyakit jantung dan bagaimana penyakit tersebut telah banyak menelan jumlah korban di dunia. Pada tahun 2014, sekitar 1,8 juta orang meninggal akibat penyakit jantung di Indonesia. Peningkatan tekanan darah, kolesterol dan gula darah, merokok, asupan buah dan sayur yang kurang serta obesitas adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskuler. Hari Jantung Sedunia ini didukung oleh organisasi-organisasi besar, seperti WHO, World Heart Federation, termasuk Yayasan Jantung Indonesia.

Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk menjalankan fungsinya, jantung harus mendapatkan oksigen yang cukup dan zat makanan sebagai sumber energi. Pasokan zat makanan yang diberikan ke jantung harus selalu lancar karena jantung bekerja tanpa henti. Bagian yang berfungsi untuk memasok oksigen dan zat makanan adalah pembuluh darah koroner. Jika terjadi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner, maka seseorang dapat terkena penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu tipe penyakit jantung yang paling ditakuti karena dapat menyebabkan kematian mendadak. Gejala yang ditimbulkan dari adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah koroner adalah rasa nyeri, sesak nafas, kelelahan, pusing, bahkan sampai pingsan. Hal ini dikarenakan terhentinya aliran darah ke otot jantung. Penyebab terjadinya penyakit tersebut adalah kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, dan trombosis. Sementara faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner adalah tidak berolahraga, obesitas, depresi, minum alkohol secara berlebihan, dan memiliki riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung.

Agar terhindari dari semua itu, diperlukan pencegahan sejak dini dengan melihat penyebab-penyebabnya terlebih dahulu. Jangan merokok karena dapat menyebabkan penyempitan pembulih darah arteri sehingga darah mengalir tidak lancar. Jagalah berat badan agar tetap ideal sehingga dapat menjaga kadar kolestrol. Olahraga juga berguna untuk menjaga kesehatan dan kelenturan otot-otot jantung. Lakukan check-up secara berkala untuk memeriksa kolestrol dan tekanan darah.


By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk


Reference

Sumber : http://uiupdate.ui.ac.id/article/hari-jantung-sedunia-2016

http://ciriciripenyakitjantung.com/bahaya-penyakit-jantung/

https://mediskus.com/penyakit/penyebab-jantung-kor...

Share this Post:

Related Posts: