Don’t (just) Follow Your Passion

Don’t (just) Follow Your Passion

Guna mendapatkan karir yang cemerlang, seseorang disarankan untuk mengikuti passion-nya, just follow your passion and success will follow you. Kalimat tersebut menimbulkan pertanyaan, mengapa ada pengusaha restoran yang gulung tikar, membuka usaha bisnis makanan merupakan passion baginya ?

Passion yang diartikan secara sempit hanya sebagai hal yang disenangi dan dicintai saja, dapat menjadi bumerang. Anda akan memberi batasan pada hal apa yang sukai dan tidak disukai Anda lakukan, Anda juga akan menjadi sangat pemilih pada pekerjaan apa yang hendak Anda ambil. Padahal, di luar sana ada banyak individu lain yang menyenangi hal serupa dengan Anda. Dampaknya, Anda menjadi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Passion berhubungan dengan pengakuan, tentang sebagai apa dan sebagai siapa Anda ingin diakui. Semua orang bisa mengaku memiliki bisnis restoran, tapi tidak semua orang mampu memiliki bisnis restoran yang sukses. Selain itu, what we actually need is follow our passion, and be prepared to work hard. Pada kenyataannya, Anda masih harus kerja keras untuk mendapatkan karir yang cemerlang, karena passion saja tidak cukup. Anda juga masih membutuhkan networking, keuletan, rasa pantang menyerah, serta sikap-sikap penunjang lainnya.

Untuk mencari pekerjaan dimana Anda dapat melakukan apa yang Anda senangi dan cintai, ada baiknya anda menyenangi dan mencintai apa yang anda kerjakan. Karena pekerjaan tetap pekerjaan, akan selalu anda temui tantangan disana. Namun, apabila Anda dapat secara ikhlas melakukan suatu pekerjaan meskipun pekerjaan tersebut bukan passion Anda, hasilnya akan lebih baik dibandingkan dengan mengerjakan hal yang merupakan passion Anda namun dalam keadaan tidak setulus hati.

Reference :

http://yomamen.com/keliru-mengartikan-passion

https://80000hours.org/articles/dont-follow-your-p...

Share this Post:

Related Posts: