World Day for Safety and Health at Work


World Day for Safety and Health at Work

Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan kampanye tahunan yang diselenggarakan setiap tanggal 28 April oleh Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO), sejak tahun 2003. Kampanye ini didasari oleh meningkatnya persaingan antar pekerja, tingginya ekspektasi terhadap performance, dan semakin panjangnya waktu kerja, guna memenuhi tuntutan modern working life yang membuat lingkungan kerja menjadi tempat yang penuh dengan tekanan. Hal ini menjadi isu yang mendunia, karena dampaknya dirasakan oleh semua profesi di seluruh negara, baik negara maju maupun berkembang.

Data yang dirilis oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menunjukkan bahwa 0,7% pekerja Indonesia mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerugian nasional hinggaRp 50 triliun. Sedangkan dalam skala internasional, setiap tahun, 270 juta pekerja mengalami kecelakaan kerja dan 160 juta pekerja terserang penyakit akibat bekerja, bahkan sekitar 2 juta diantaranya meninggal dunia. Dana US$ 280 triliun merupakan dana yang timbul untuk menggantikan waktu kerja yang hilang, biaya pengobatan, kompensasi, hingga rehabilitasi. Oleh karena itu, ILO melalui Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja mengajak Pemerintah, Pengusaha, dan Pekerja untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan prinsip preventif atau pencegahan.

Bahaya di tempat kerja dapat berupa bahaya fisik dan mekanik, bahaya kimiawi dan biologis, serta masalah psikologis dan sosial. Bahaya fisik,seperti terjatuh, merupakan sumber utama kecelakaan di banyak industri terutama konstruksi, ekstraksi, transportasi, dan perawatan bangunan. Sedangkan bahaya mekanik berasal dari mesin yang melakukan pemindahan komponen dengan kecepatan tinggi, memiliki ujung yang tajam, memiliki permukaan yang panas, berpotensi meremukkan, membakar, memotong, dan menusuk pekerja. Bahaya kimiawi dan biologis berasal dari zat asam, zat basa, zat pelarut, zat partikulat, logam berat, virus, bakteri, dan funginya. Sedangkan masalah psikologis dan sosial berasal dari stress, kekerasan dalam organisasi, penindasan, dan pelecehan seksual dilingkungan kerja.

Tindakan preventif atau pencegahan yang dilakukan perusahaan dapat berupa membuat perencanaan program K3 yang terkoordinasi, mengadakan staff training, mempekerjakan karyawan yang memang memiliki kompetensi di bidangnya, melakukan perawatan terhadap peralatan-peralatan kerja, dan melakukan kontrol secara berkala.

By : Corporate RecruitmentPT. Summarecon Agung, Tbk

Reference:

http://www.un.org/en/events/safeworkday/

http://natlex.ilo.ch/jakarta/info/public/pr/WCMS_155174/lang--en/index.htm

https://herdyantismi.wordpress.com/2013/11/26/penerapan-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-yang-baik-dalam-perusahaan/

https://id.linkedin.com/pulse/pentingnya-memahami-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-geby-wulandari

http://blog.jobs.id/ketahui-10-cara-efektif-menciptakan-keselamatan-kerja/

Share this Post:

Related Posts: