Cara Cerdas Mengubah Kelemahan menjadi Kekuatan

Cara Cerdas Mengubah Kelemahan menjadi Kekuatan


Ketika melakukan wawancara kerja, para kandidat seringkali dihadapkan dengan pertanyaan, “Apakah kekurangan anda?”. Mungkin sebagian akan berpikir bahwa membicarakan kekurangan diri sendiri merupakan tindakkan merugikan. Padahal, apabila dikemas secara baik, kelemahan yang diungkapkan tersebut dapat menarik simpati dari pewawancara.

Perlu diingat, tidak semua kelemahan bisa diungkapkan sebagai hal yang positif. Sifat pemarah, pemalas atau manja sebaiknya tidak disebutkan. Namun, dengan berkata tidak memiliki kekurangan pun hanya akan menunjukkan sifat arogan.

Dibawah ini merupakan contoh-contoh kalimat yang dapat digunakan agar kelemahan bisa dijadikan sebagai kekuatan.

  1. “Saya sering lupa waktu. Ketika sedang asik bekerja, saya terkadang lupa untuk makan siang”. Hal ini menunjukkan kepribadian yang selalu fokus dan sulit untuk dialihkan.
  2. “Saya adalah orang yang perfectionist, sehingga saya akan memastikan bahwa apa yang saya hasilkan sesuai dengan apa yang saya rencanakan”. Hal ini menunjukkan kepribadian yang teliti dan memperhatikan hal-hal minor.
  3. “Saya tidak menguasai semua bidang, namun saya memiliki keinginan untuk terus belajar sehingga saya dapat menguasai apa yang tadinya tidak saya pahami”. Hal ini menunjukkan kepribadian yang tidak mudah menyerah dan pasrah terhadap keadaan.
  4. "Saya memang belum memiliki banyak pengalaman kerja, namun saya banyak mengikuti pelatihan-pelatihan keterampilan serta banyak membaca buku”. Hal ini menunjukkan kepribadian yang kreatif dan pintar mencari peluang.

Yang terpenting adalah mengungkapkan hal yang sebenarnya, karena kecerdasan dalam mengelola kata dalam mengungkapkan kelemahan diri pun sudah menjadi nilai tersendiri bagi perusahaan.

By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

Reference:

https://artikelduniakerja.wordpress.com/2009/09/02/ungkapkan-kelemahan-dengan-cerdas/


Share this Post:

Related Posts: