Artikel - Hari Buruh Internasional

artikel-hari-buruh-internasional_mxQa.jpg

Hari Buruh Sedunia


Semenjak lahirnya pemerintahan berbasis kapitalis, status sosial masyarakat pun terbagi atas kaum borjouis atau kelas atas dan kaum proletar atau buruh. Pada awal tahun 1800-an, kaum buruh mencapai puncak kemuakannya atas dominansi yang dilakukan oleh kaum borjouis. Hingga akirnya para pekerja Cordwainers melakukan aksi mogok kerja secara besar-besaran di AS untuk pertama kalinya. Namun sayang, aksi tersebut harus berakhir di pengadilan karena para pengorganisir demo dianggap sebagai provokator. Tetapi dari pengadilan inilah terkuak fakta yang mencengangkan di mana mereka harus bekerja selama 20 jam per harinya dan hanya bisa beristirahat selama 4 jam saja.

Sejak tahun 1872 hingga 1881, seorang pekerja asal New Jersey bernama Peter McGuire mengajak dan mengorganisir perjuangan kaum buruh dan mendapat dukungan dari 100 ribu pekerja lainnya untuk melakukan aksi mogok kerja di beberapa kota di AS guna melobi pemerintah kota untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan uang lembur bagi pekerja. Di Cicago sendiri, McGuire berhasil mendirikan persatuan tukang kayu dengan dirinya sebagai sekretaris umum. Persatuan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya serikat pekerja.

Pada tanggal 5 September 1882, Parade Hari Buruh pertama berhasil digelar di kota New York bersama dengan 20 ribu pesertanya. Pada parade ini mereka menuntut 24 jam kehidupan ideal bagi para pekerja AS yang terbagi atas 8 jam kerja, 8 jam instirahat, dan 8 jam rekreasi. Tuntutan ini kemudian mendapat respon di beberapa negara terutama di Kanada yang kemudian menetapkan pengurangan jam kerja para buruh menjadi 8 jam per harinya.

Pemenuhan tuntutan jam kerja di Kanada ternyata tidak berjalan mulus dengan para buruh di AS. Kenyataan yang berbeda ini membuat para buruh di AS juga ingin mendapat pengurangan jam kerja dengan melakukan demonstarsi besar-besaran yang berlangsung selama 4 hari terhitung tanggal 1 Mei - 4 Mei 1886. Namun naas, tanpa disangka polisi menembaki para demonstran yang merupakan buruh secara brutal hingga ratusan jiwa menjadi korban. Pemimpin pergerakkan buruh juga ditangkap dan dihukum mati. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan tragedi Haymarket karena terjadi di bundaran Lapangan Haymarket. Dan sebagai penghormatan terhadap para martir, maka tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Sedunia atau dikenal sebagai May Day.

Di Indonesia sendiri, Hari Buruh sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 1920. Namun pada saat Orde Lama, Presiden Soeharto melarang keras peringatan Hari Buruh karena dianggap sebagai simbol komunisme. Hingga pada tahun 2013 tepatnya pada masa pemerintahan SBY, keluarlah Peraturan Presiden yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional sebagai peringatan Hari Buruh seluruh dunia yang berlanjut hingga sekarang.

Maka marilah kita menghormati jasa dan usaha keras yang dilakukan para buruh !

By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References:

sejarahri.com

nasional.kompas.com

Share this Post:

Related Posts: