Artikel - Hari Filateli Indonesia

artikel-hari-filateli-indonesia_FyZ1.png

Hari Filateli Indonesia


Masih ingatkah Anda dengan zaman di mana semua orang mengirim pesan dengan menggunakan prangko melalui jasa kantor pos terdekat? Namun pernahkah Anda bertanya - tanya alasan terciptanya penggunaan prangko itu sendiri?

Prangko pertama kali dibuat dan dicetak pada Bulan Mei 1840 di Inggris oleh Sir Rowland Hill sebagai tanda bukti pelunasan biaya pengiriman surat Hal ini terinspirasi ketika secara tidak sengaja ia melihat seorang tukang pos yang mengantarkan surat untuk seorang gadis yang kemudian menolak untuk membayar biaya pengiriman surat tersebut.

Penggunaan prangko pun akhirnya menyebar luas ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia. Pada zaman Indonesia dijajah oleh Belanda, semua orang yang hendak mengirim surat wajib menggunakan prangko bergambar Raja Willem III yang menjabat sebagai Raja Belanda di Indonesia saat itu. Penggunaan prangko  terus berkelanjutan hingga Indonesia merdeka bahkan sampai sekarang. Namun, semakin berkembangnya zaman, orang - orang mulai meninggalkan kebiasaan suart menyurat ke telepon dll. Hal ini yang kemudian menarik perhatian sebagian orang untuk mengumpulkan prangko sebagai suatu wujud hobi yang unik.

Pada tanggal 29 Maret 1922, berdiri suatu perkumpulan kolektor prangko pertama di Indonesia yang berkembang menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (FPI). Sebagai peringatan akan lahirnya perkumpulan filatelis (sebutan untuk orang yang gembar mengumpulkan prangko), akhirnya setiap tanggal 29 Maret ditetapkanlah sebagai Hari Filatelis Indonesia.

Hobi mengumpulkan barang - barang langka seperti prangko terkadang disebut suatu keanehan oleh sebagian orang. Namun jika Anda hobi mengoleksi barang - barang unik tersebut kelak dapat bernilai jutaan hingga ratusan juta rupiah tergantung pada seberapa langka dan uniknya barang tersebut. Jadi, jika Anda suka akan suatu barang, cobalah untuk mengoleksinya. Sebab suatu saat, siapa tahu barang Anda tersebut dapat dijual kembali dengan harga yang mahal.

By : Corporate Recruitment PT. Summarecon Agung, Tbk

References:
blog.sukawu.com
www.kompasiana.com

Share this Post:

Related Posts: